Peran LO dalam Sebuah Event: Tugas, Skill, dan Perlengkapan
Peran LO dalam sebuah event mencakup pendampingan tamu, pengaturan jadwal, koordinasi kebutuhan, dan penanganan informasi di lapangan. Pelajari tugas Liaison Officer, kemampuan yang perlu dimiliki, perlengkapan kerja, sistem briefing, serta kesalahan yang harus dihindari agar pembicara dan tamu memperoleh pelayanan profesional selama acara.
Daftar Isi
Peran LO dalam sebuah event sangat penting karena posisi ini menjadi penghubung langsung antara penyelenggara dan pihak yang perlu mendapatkan pendampingan khusus. Pembicara, narasumber, tamu undangan, sponsor, pengisi acara, hingga perwakilan vendor sering membutuhkan satu orang yang memahami jadwal, kebutuhan teknis, akses lokasi, dan jalur komunikasi panitia.
Liaison Officer atau LO tidak hanya bertugas menyambut tamu lalu mengantarnya ke ruangan. Seorang LO perlu memastikan informasi dari panitia tersampaikan dengan benar, kebutuhan tamu diteruskan kepada divisi terkait, dan perubahan di lapangan dapat ditangani tanpa mengganggu jalannya acara.
Posisi ini sering terlihat sederhana karena sebagian pekerjaannya berlangsung di balik layar. Namun, kesalahan komunikasi kecil dapat menyebabkan pembicara terlambat naik panggung, materi presentasi tidak siap, kendaraan penjemputan salah lokasi, atau permintaan sponsor tidak diteruskan kepada penanggung jawab yang tepat.
Karena itu, penyelenggara perlu memilih personel LO dengan cermat dan membekalinya dengan briefing, rundown, daftar kontak, alat komunikasi, serta identitas yang mudah dikenali. Artikel ini membahas pengertian, tugas, kemampuan, perlengkapan, dan sistem kerja LO agar koordinasi acara berlangsung lebih rapi dan profesional.
Apa Itu LO dalam Sebuah Event?
LO adalah singkatan dari Liaison Officer, yaitu anggota tim yang bertanggung jawab menjaga hubungan komunikasi antara penyelenggara dengan pihak tertentu selama persiapan dan pelaksanaan acara. Pihak yang didampingi dapat berupa pembicara, tamu VIP, sponsor, performer, delegasi, juri, media partner, atau perwakilan organisasi.
Fokus kerja LO adalah memastikan orang yang didampingi memperoleh informasi, bantuan, dan akses sesuai kebutuhan. LO harus memahami kepentingan tamu sekaligus menjaga agar setiap permintaan tetap mengikuti kebijakan, kemampuan, dan alur koordinasi yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.
Posisi LO dalam Struktur Panitia
Dalam struktur kepanitiaan, LO biasanya berada di bawah divisi acara, protokoler, hospitality, guest relation, atau hubungan eksternal. Penempatannya dapat berbeda menurut skala event, tetapi jalur pelaporannya harus jelas agar LO mengetahui siapa yang berwenang mengambil keputusan.
LO perlu memiliki akses langsung kepada koordinator acara atau PIC tamu tanpa melewati terlalu banyak lapisan komunikasi. Jalur yang ringkas membantu tim merespons perubahan jadwal, kebutuhan kendaraan, kendala teknis, atau permintaan khusus dengan lebih cepat.
Perbedaan LO, Usher, Runner, dan Protokoler
LO sering disamakan dengan usher, runner, atau petugas protokoler, padahal fokus kerjanya berbeda. Usher lebih banyak membantu alur peserta dan penempatan tempat duduk. Runner bertugas membawa barang, dokumen, atau kebutuhan operasional antarlokasi. Protokoler mengatur tata urutan dan etika resmi, khususnya pada acara formal.
LO memiliki hubungan pendampingan yang lebih personal dengan pihak tertentu. Ia perlu memahami profil, jadwal, kebutuhan, dan preferensi dasar orang yang didampingi. Pada event kecil, satu orang mungkin merangkap beberapa fungsi, tetapi pembagian tugas tetap perlu dijelaskan agar tidak terjadi tumpang tindih.
Tugas Utama Seorang LO dalam Event
Tugas LO dimulai sebelum tamu tiba dan baru selesai setelah seluruh kebutuhan pendampingan ditutup dengan baik. Persiapan dapat meliputi konfirmasi jadwal, pengecekan transportasi, pengumpulan materi, koordinasi ruang tunggu, hingga memastikan nomor kontak yang digunakan sudah benar.
Pada hari pelaksanaan, LO menjadi sumber informasi pertama bagi orang yang didampingi. Ia perlu menyampaikan perubahan secara akurat, menghindari janji yang belum disetujui, dan meneruskan kebutuhan kepada divisi yang memiliki wewenang untuk menanganinya.
• Menghubungi dan mengonfirmasi kebutuhan pihak yang didampingi.
• Menyambut, mengantar, dan mendampingi tamu selama berada di lokasi.
• Menjaga ketepatan jadwal sesuai rundown acara.
• Mengoordinasikan kebutuhan teknis dan hospitality.
• Meneruskan informasi kepada panitia inti, sponsor, atau vendor.
• Membantu penanganan kendala tanpa melampaui kewenangan.
Melakukan Persiapan dan Konfirmasi Sebelum Acara
LO perlu memulai komunikasi sebelum hari pelaksanaan. Informasi yang dikonfirmasi antara lain waktu kedatangan, moda transportasi, titik penjemputan, jumlah pendamping, kebutuhan konsumsi, materi presentasi, durasi sesi, serta jadwal kepulangan. Hasil konfirmasi harus dicatat dan diteruskan kepada koordinator.
Komunikasi awal juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan diri dan menjelaskan peran LO. Gunakan bahasa yang sopan, jelas, dan tidak berlebihan. Hindari menjanjikan fasilitas yang belum mendapat persetujuan karena hal tersebut dapat menimbulkan ekspektasi yang sulit dipenuhi pada hari acara.
Menyambut dan Mendampingi Pembicara atau Tamu
Pada saat kedatangan, LO perlu berada di titik yang telah disepakati dan mudah dikenali. Informasi kendaraan, nama pengemudi, akses parkir, serta jalur masuk sebaiknya sudah dipastikan. Jika terjadi keterlambatan, LO harus segera menginformasikannya kepada koordinator acara dan tim yang terdampak.
Pendampingan tidak berarti selalu berada terlalu dekat dengan tamu. LO perlu membaca situasi dan memberikan ruang ketika dibutuhkan. Yang terpenting, tamu mengetahui cara menghubungi LO dan merasa yakin bahwa bantuan tersedia saat diperlukan.
Menjaga Ketepatan Jadwal dan Rundown
LO harus memahami rundown secara menyeluruh, bukan hanya waktu tampil orang yang didampingi. Ia perlu mengetahui kapan tamu masuk ke ruang tunggu, kapan sound check dilakukan, siapa yang memberi aba-aba, berapa lama sesi berlangsung, dan ke mana tamu diarahkan setelah kegiatan selesai.
Jika jadwal berubah, sampaikan informasi dengan tenang dan sertakan waktu terbaru yang telah dikonfirmasi. Jangan hanya mengatakan bahwa acara terlambat. Jelaskan perkiraan waktu, lokasi menunggu, serta langkah berikutnya agar tamu dapat menyesuaikan agenda.
Mengatur Kebutuhan Teknis dan Hospitality
Kebutuhan tamu dapat meliputi air mineral, konsumsi khusus, ruang tunggu, koneksi internet, laptop, clicker presentasi, mikrofon, format materi, meja penandatanganan, atau kendaraan. LO tidak harus menyediakan semuanya sendiri, tetapi wajib mengetahui divisi yang bertanggung jawab.
Buat daftar kebutuhan yang telah disetujui dan periksa statusnya sebelum tamu tiba. Dengan cara ini, LO tidak bergantung pada ingatan atau pesan yang tersebar di banyak grup. Checklist sederhana membantu mengurangi risiko kebutuhan penting terlewat.
Menjadi Penghubung dengan Panitia, Sponsor, dan Vendor
LO perlu menerjemahkan kebutuhan tamu menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti oleh tim. Contohnya, permintaan perubahan materi harus diteruskan kepada operator presentasi, perubahan menu kepada tim konsumsi, dan perubahan jadwal kendaraan kepada tim transportasi.
Setiap komunikasi sebaiknya menyebutkan siapa yang membutuhkan, apa yang diminta, kapan dibutuhkan, dan siapa PIC yang menerima. Format informasi yang lengkap mengurangi pesan bolak-balik dan membantu koordinator menentukan prioritas.
Membantu Menangani Masalah di Lapangan
Masalah dapat muncul dalam bentuk kendaraan terlambat, materi tidak terbaca, perubahan ruang, kehilangan barang, atau permintaan mendadak. LO perlu tetap tenang, mengumpulkan fakta, lalu menghubungi pihak yang berwenang. Sikap panik justru dapat membuat tamu merasa situasi tidak terkendali.
LO juga harus memahami batas kewenangannya. Keputusan mengenai biaya tambahan, perubahan kontrak, akses khusus, atau perubahan susunan acara sebaiknya tidak dibuat sendiri. Tugas LO adalah mempercepat komunikasi dan memberikan pilihan yang telah disetujui oleh penanggung jawab.
Skill yang Harus Dimiliki Seorang LO
Seorang LO perlu memiliki kombinasi kemampuan komunikasi, ketelitian, pengendalian emosi, dan pemahaman operasional. Penampilan ramah saja belum cukup apabila ia tidak memahami rundown atau tidak mampu menyampaikan informasi secara tepat.
Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui briefing, simulasi, dan pembagian skenario. Penyelenggara sebaiknya tidak menempatkan anggota baru tanpa panduan, terutama untuk menangani pembicara utama, tamu VIP, atau pihak yang memiliki kebutuhan kompleks.
Komunikasi yang Jelas dan Sopan
LO harus mampu menyampaikan pesan dengan kalimat singkat, lengkap, dan tidak membingungkan. Ketika berkomunikasi melalui pesan teks, gunakan identitas yang jelas, hindari singkatan internal panitia, dan periksa kembali waktu serta lokasi sebelum mengirim informasi.
Kemampuan mendengarkan juga penting. Jangan memotong penjelasan atau langsung memberikan jawaban sebelum memahami kebutuhan sebenarnya. Ulangi poin penting untuk memastikan tidak ada perbedaan pemahaman antara LO dan orang yang didampingi.
Memahami Rundown dan Detail Acara
LO perlu mempelajari alur acara, denah lokasi, akses masuk, ruang tunggu, panggung, toilet, ruang ibadah, titik medis, dan jalur evakuasi. Pengetahuan ini membuatnya dapat memberikan arahan tanpa selalu mencari orang lain.
Selain rundown utama, LO sebaiknya memiliki versi khusus yang menampilkan jadwal tamu, waktu perpindahan, kontak PIC, serta catatan kebutuhan. Dokumen ringkas tersebut lebih praktis digunakan dibandingkan rundown panjang yang memuat semua detail divisi.
Sigap dalam Problem Solving
Problem solving bagi LO bukan berarti menyelesaikan semua masalah sendirian. Kemampuan yang dibutuhkan adalah mengenali masalah, menentukan urgensi, menghubungi PIC yang tepat, dan memberikan pembaruan kepada tamu sampai masalah tertangani.
LO sebaiknya menyiapkan beberapa alternatif untuk situasi umum, misalnya ruang tunggu cadangan, laptop pengganti, rute kendaraan alternatif, atau kontak teknisi. Alternatif tersebut tetap harus disepakati dalam briefing agar tindakan di lapangan tidak bertentangan dengan keputusan panitia.
Menjaga Sikap, Privasi, dan Kerahasiaan
LO dapat mengetahui nomor pribadi, jadwal perjalanan, preferensi konsumsi, dokumen, atau percakapan internal tamu. Informasi tersebut tidak boleh dibagikan kepada orang lain tanpa kebutuhan yang jelas. Foto bersama atau unggahan media sosial juga sebaiknya dilakukan setelah mendapat izin.
Sikap profesional termasuk tidak bergosip, tidak meminta keuntungan pribadi, dan tidak memanfaatkan kedekatan dengan pembicara atau tokoh tertentu. LO mewakili penyelenggara, sehingga perilakunya akan memengaruhi penilaian terhadap seluruh acara.
Berpenampilan Rapi dan Mudah Dikenali
Pakaian LO harus menyesuaikan konsep acara dan aktivitas yang dilakukan. Acara perusahaan mungkin membutuhkan kemeja, blazer, atau pakaian formal, sedangkan kegiatan outdoor memerlukan pakaian yang lebih fleksibel dan nyaman bergerak.
Identitas harus terlihat jelas tanpa merusak kerapian penampilan. Lanyard dan ID card dengan tulisan “LO” atau “Liaison Officer” membantu tamu, petugas keamanan, serta panitia lain mengenali fungsi pemakainya dengan cepat.
Perlengkapan Wajib LO agar Bekerja Lebih Efektif
Perlengkapan LO sebaiknya dipilih berdasarkan fungsi, bukan sekadar kelengkapan. Barang yang dibawa harus membantu komunikasi, pencatatan, pendampingan, dan penanganan situasi umum tanpa membuat LO kesulitan bergerak.
Penyelenggara dapat membuat paket perlengkapan standar untuk setiap LO. Isi paket perlu diperiksa sebelum briefing terakhir dan diberi penanda agar tidak tertukar dengan perlengkapan divisi lain.
Lanyard dan ID Card LO
Lanyard dan ID card merupakan identitas utama LO di lokasi acara. Tulisan “LO” sebaiknya dibuat cukup besar, sedangkan nama, divisi, dan logo acara ditempatkan dengan hierarki yang jelas. Untuk kebutuhan desain dan produksi, penyelenggara dapat menggunakan layanan lanyard custom yang disesuaikan dengan warna serta identitas visual event.
Karena LO dapat memakai identitas sejak persiapan hingga acara selesai, pilih tali yang nyaman dan tidak mudah membuat leher terasa panas. Perbandingan karakter tissue, polyester, dan pilihan ukuran dapat dilihat pada panduan jenis bahan lanyard sebelum menentukan spesifikasi produksi.
Rundown, Daftar Kontak, dan Checklist
LO perlu membawa rundown versi terbaru, daftar kontak PIC, informasi kendaraan, jadwal tamu, denah, dan daftar kebutuhan yang telah disetujui. Dokumen dapat disimpan dalam bentuk cetak maupun digital, tetapi setidaknya satu salinan perlu dapat diakses ketika koneksi internet bermasalah.
Gunakan checklist dengan kolom status agar setiap kebutuhan dapat ditandai. Cantumkan waktu pemeriksaan dan nama PIC yang mengonfirmasi. Catatan tersebut juga berguna saat pergantian shift atau evaluasi setelah acara.
Alat Komunikasi dan Daya Cadangan
Telepon genggam, handy talky, earphone, dan power bank menjadi alat penting untuk menjaga komunikasi. Jika menggunakan HT, tentukan kanal, kode panggilan, dan etika percakapan agar komunikasi tidak memenuhi saluran dengan informasi yang tidak relevan.
Nomor penting sebaiknya disimpan dengan nama yang mudah dicari, misalnya “PIC Transport”, “Operator Panggung”, atau “Koordinator LO”. Pastikan baterai penuh sebelum bertugas dan siapkan kabel pengisi daya yang sesuai.
Alat Tulis dan Perlengkapan Dasar
Pulpen, notes kecil, clipboard, spidol, selotip, dan map dokumen dapat membantu menangani kebutuhan sederhana. LO tidak perlu membawa terlalu banyak barang, tetapi alat dasar akan berguna ketika harus mencatat perubahan, memberi tanda, atau menyimpan dokumen tamu sementara.
Perlengkapan tambahan seperti tisu, hand sanitizer, payung, atau obat dasar hanya boleh disediakan sesuai kebijakan acara. Untuk kebutuhan kesehatan, arahkan tamu kepada tim medis agar penanganannya tetap aman dan tercatat.
Pakaian, Sepatu, dan Tas yang Mendukung Mobilitas
Sepatu yang nyaman sangat penting karena LO dapat berdiri dan berjalan dalam waktu lama. Pilih model yang sesuai dress code tetapi tetap aman digunakan pada lantai licin, tangga, area outdoor, atau perpindahan antargedung.
Tas kecil atau pouch dapat digunakan untuk menyimpan telepon, power bank, dan dokumen penting. Hindari tas terlalu besar yang mengganggu pergerakan atau membuat tampilan kurang rapi ketika mendampingi tamu di area formal.
Cara Menyiapkan Sistem Kerja LO Sebelum Event
Kinerja LO sangat dipengaruhi oleh sistem yang disiapkan panitia. Bahkan personel berpengalaman akan kesulitan apabila informasi berubah tanpa pembaruan, jalur eskalasi tidak jelas, atau kebutuhan tamu tersebar di banyak percakapan.
Koordinator LO perlu mengubah informasi menjadi panduan kerja yang mudah digunakan. Setiap orang harus mengetahui siapa yang didampingi, kapan mulai bertugas, kepada siapa melapor, dan tindakan apa yang memerlukan persetujuan.
Tentukan Pembagian Tamu dan Rasio Pendampingan
Satu LO sebaiknya tidak menangani terlalu banyak pihak dengan jadwal yang saling bertabrakan. Jumlah ideal bergantung pada tingkat kebutuhan, lokasi, dan durasi pendampingan. Pembicara utama atau tamu VIP biasanya membutuhkan satu LO khusus, sedangkan beberapa narasumber dengan jadwal sederhana dapat ditangani oleh satu tim kecil.
Buat daftar penugasan utama dan cadangan. LO cadangan diperlukan jika personel utama sakit, harus menangani masalah, atau tamu datang bersamaan. Penugasan yang jelas mencegah dua LO menghubungi orang yang sama dengan informasi berbeda.
Lakukan Briefing dan Simulasi
Briefing perlu membahas tujuan acara, profil tamu, rundown, denah, dress code, daftar kebutuhan, jalur komunikasi, dan batas kewenangan. Jangan hanya membagikan dokumen tanpa memastikan seluruh anggota memahami isinya.
Simulasikan situasi seperti kendaraan terlambat, tamu datang lebih awal, materi presentasi berubah, atau jadwal mundur. Latihan membantu LO membiasakan diri menyampaikan informasi dengan tenang dan memilih PIC yang tepat.
Buat Protokol Komunikasi dan Eskalasi
Tentukan media komunikasi utama, format laporan, dan urutan eskalasi. Contohnya, LO menyampaikan kebutuhan kepada koordinator LO, kemudian koordinator meneruskannya kepada divisi terkait. Untuk situasi mendesak, jalur langsung dapat digunakan sesuai ketentuan.
Setiap perubahan penting harus dicatat pada satu sumber informasi resmi. Jangan mengandalkan pesan yang tersebar di beberapa grup karena versi yang berbeda dapat menimbulkan kesalahan jadwal dan instruksi.
Siapkan Handover dan Evaluasi
Untuk acara panjang atau lebih dari satu hari, buat prosedur handover antarshift. LO yang selesai bertugas harus menyampaikan posisi tamu, jadwal berikutnya, kebutuhan yang belum selesai, dokumen yang dipegang, dan nomor kontak yang masih aktif.
Setelah acara, kumpulkan catatan kendala dan masukan dari LO. Evaluasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki template briefing, daftar perlengkapan, pembagian personel, dan desain identitas pada event berikutnya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Seorang LO
Kesalahan LO sering terjadi bukan karena kurang ramah, melainkan karena informasi tidak diperiksa, komunikasi terlalu cepat, atau tindakan dilakukan tanpa persetujuan. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh tamu dan memengaruhi reputasi penyelenggara.
Pencegahan terbaik adalah membangun kebiasaan konfirmasi, pencatatan, dan pelaporan. LO perlu memahami bahwa kecepatan harus tetap disertai ketepatan dan batas tanggung jawab.
Memberikan Informasi yang Belum Terkonfirmasi
Jangan menyampaikan waktu, fasilitas, atau keputusan sebagai kepastian apabila belum mendapat konfirmasi. Gunakan kalimat yang jujur seperti “Saya cek dahulu kepada koordinator” dan berikan pembaruan setelah memperoleh jawaban.
Informasi yang salah lebih merugikan daripada jawaban yang sedikit tertunda. Catat pertanyaan yang belum terjawab agar tidak terlupakan ketika LO sedang menangani beberapa kebutuhan sekaligus.
Menjanjikan Permintaan di Luar Kewenangan
LO mungkin menerima permintaan perubahan tiket, tambahan kamar, kendaraan, konsumsi khusus, honor, atau akses untuk pendamping. Permintaan tersebut perlu diteruskan kepada penanggung jawab anggaran atau kontrak, bukan langsung disetujui.
Sampaikan bahwa permintaan sedang diperiksa dan jelaskan kapan pembaruan dapat diberikan. Pendekatan ini tetap menunjukkan kepedulian tanpa menimbulkan komitmen yang tidak dapat dipenuhi.
Sulit Dihubungi Saat Dibutuhkan
LO yang meninggalkan pos tanpa memberi kabar dapat membuat tamu kebingungan. Jika harus berpindah tempat atau menangani kebutuhan lain, informasikan kepada tamu dan koordinator serta tunjuk kontak pengganti sementara.
Pastikan nada dering, getar, HT, dan baterai berfungsi. Namun, gunakan perangkat dengan sopan ketika berada di samping tamu. Hindari terus-menerus melihat telepon kecuali untuk kebutuhan koordinasi acara.
Mengabaikan Identitas dan Kerapian
Tanpa identitas yang jelas, petugas keamanan atau panitia lain dapat kesulitan mengenali LO. Kondisi ini memperlambat akses ke backstage, ruang pembicara, atau jalur khusus yang dibutuhkan untuk pendampingan.
Produksi identitas perlu dimasukkan ke anggaran sejak awal. Penyelenggara dapat memeriksa kisaran biaya melalui halaman daftar harga lanyard custom dan menyesuaikannya dengan jumlah LO, jenis holder, serta aksesori yang diperlukan.
Membagikan Informasi Pribadi atau Percakapan Internal
Nomor telepon, jadwal perjalanan, lokasi menginap, dan kebutuhan pribadi tamu harus dijaga. Bagikan informasi hanya kepada pihak yang memang memerlukannya untuk menjalankan tugas dan gunakan grup komunikasi dengan anggota terbatas.
LO juga tidak sebaiknya mengunggah foto, percakapan, atau kejadian di balik layar tanpa izin. Perlindungan privasi merupakan bagian dari pelayanan profesional dan dapat memengaruhi kepercayaan tamu terhadap penyelenggara.
Peran LO dalam sebuah event jauh lebih luas daripada sekadar menjemput dan mendampingi tamu. Liaison Officer menjadi jembatan komunikasi yang menjaga informasi, jadwal, kebutuhan teknis, dan koordinasi berbagai divisi tetap terhubung dengan baik.
Agar dapat menjalankan tugas secara profesional, LO memerlukan briefing yang jelas, pemahaman rundown, kemampuan komunikasi, sikap tenang, perlengkapan kerja, serta identitas yang mudah dikenali. Ketika sistem pendampingan dipersiapkan dengan baik, pembicara dan tamu merasa lebih nyaman, sementara panitia dapat menjalankan acara dengan lebih teratur.
FAQ
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Peran LO dalam Event
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika penyelenggara menyiapkan Liaison Officer untuk pembicara, tamu undangan, sponsor, atau pengisi acara. Jawaban dapat disesuaikan dengan skala kegiatan dan standar pelayanan masing-masing organisasi.
Untuk event dengan kebutuhan khusus, pembagian kerja dan jalur persetujuan perlu dicantumkan dalam briefing tertulis. Hal ini membantu LO memberikan pelayanan yang konsisten tanpa mengambil keputusan di luar kewenangan.
Apa perbedaan LO dan usher dalam event?
LO mendampingi pihak tertentu secara lebih personal dan menangani komunikasi, jadwal, serta kebutuhan selama acara. Usher lebih fokus mengarahkan peserta, membantu registrasi, dan menata alur tempat duduk atau pergerakan pengunjung.
Pada event kecil, satu orang dapat merangkap kedua fungsi. Namun, tanggung jawabnya perlu dijelaskan sejak briefing agar tugas pendampingan tamu tidak terabaikan ketika area peserta sedang ramai.
Berapa banyak tamu yang dapat didampingi oleh satu LO?
Jumlahnya bergantung pada tingkat kebutuhan, kesamaan jadwal, jarak lokasi, dan status tamu. Pembicara utama atau tamu VIP biasanya lebih aman ditangani oleh satu LO khusus.
Beberapa narasumber dapat didampingi oleh satu LO jika jadwalnya sederhana dan tidak saling bertabrakan. Penyelenggara tetap perlu menyiapkan personel cadangan untuk perubahan mendadak.
Apa saja yang harus disampaikan saat briefing LO?
Briefing perlu mencakup profil tamu, rundown, lokasi, akses, dress code, transportasi, konsumsi, kebutuhan teknis, nomor PIC, protokol komunikasi, dan batas kewenangan.
Tambahkan simulasi masalah yang mungkin terjadi. LO juga perlu menerima versi terbaru dari dokumen kerja agar tidak menggunakan jadwal atau instruksi lama.
Apakah LO wajib menggunakan lanyard dan ID card?
Sangat disarankan karena identitas membantu tamu, panitia, vendor, dan petugas keamanan mengenali LO dengan cepat. Tulisan “LO” atau “Liaison Officer” perlu terlihat jelas dari jarak wajar.
Untuk acara formal, desain identitas dapat dibuat lebih elegan dan selaras dengan pakaian. Pada event lapangan, gunakan holder serta kait yang kuat agar kartu tidak mudah lepas.
Bagaimana jika tamu meminta sesuatu di luar kesepakatan?
LO perlu mendengarkan permintaan dengan sopan, mencatat detailnya, lalu meneruskannya kepada koordinator atau PIC yang memiliki wewenang. Jangan langsung menolak atau menjanjikan sesuatu yang belum disetujui.
Berikan pembaruan kepada tamu setelah mendapat keputusan. Jika permintaan tidak dapat dipenuhi, sampaikan alternatif yang telah disetujui oleh penyelenggara.
Apakah LO boleh meminta foto bersama pembicara atau tamu?
Sebaiknya tidak dilakukan ketika tamu sedang terburu-buru, beristirahat, atau menangani agenda penting. Prioritas LO adalah mendampingi dan menjaga kenyamanan tamu.
Jika situasinya memungkinkan, minta izin dengan sopan setelah seluruh tugas selesai. Hormati keputusan tamu dan jangan mengunggah foto tanpa persetujuan apabila menyangkut privasi atau area terbatas.
Ditulis oleh
Rama Angriawan
Tim redaksi Lanyardbagus yang berkomitmen membagikan wawasan terbaik seputar desain identitas perusahaan, material lanyard premium, dan tips branding profesional.