Contoh Desain Lanyard Pameran yang Menarik dan Profesional

Lihat contoh desain lanyard pameran yang menarik dan profesional untuk exhibition, booth, crew, exhibitor, hingga kebutuhan branding event.

Rama Angriawan
Rama Angriawan
22 Sep 2026
Bagikan:
Contoh Desain Lanyard Pameran yang Menarik dan Profesional

Contoh Desain Lanyard Pameran di Pusat Produsen

Saat mengikuti pameran atau exhibition, perhatian perusahaan biasanya tertuju pada booth, backdrop, display produk, katalog, seragam, dan materi promosi. Lanyard sering dianggap hanya sebagai tali untuk menggantung ID card. Padahal, ketika digunakan oleh crew, sales, marketing, exhibitor, atau PIC booth, lanyard ikut menjadi bagian dari tampilan brand.

Desain lanyard pameran yang baik tidak harus penuh tulisan atau menggunakan banyak warna. Justru karena bidang tali relatif sempit dan terus bergerak ketika dikenakan, desain perlu memiliki hierarki visual yang jelas. Logo, warna brand, pattern, tipografi, dan informasi identitas harus diatur supaya tetap terlihat ketika tali melengkung atau sebagian tertutup pakaian.

Ada perbedaan antara membuat lanyard untuk pameran dan sekadar membuat lanyard bertuliskan nama event. Lanyard exhibition biasanya perlu mempertimbangkan hubungan antara identitas perusahaan, desain booth, seragam crew, ID card, dan pengalaman pengunjung secara keseluruhan.

Contoh desain lanyard pameran dapat dibuat dengan konsep corporate minimalis, full branding, pattern geometris, warna brand dominan, desain premium, desain booth yang ekspresif, atau desain reusable untuk berbagai exhibition. Konsep yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan karakter brand, fungsi lanyard, siapa yang memakai, serta bagaimana lanyard akan digunakan selama pameran.

Mengapa Desain Lanyard Pameran Perlu Dipikirkan Bersama Booth?

Lanyard yang dikenakan oleh crew sebenarnya berada di dalam lingkungan visual yang sama dengan booth. Pengunjung melihat backdrop, meja display, produk, seragam, ID card, dan lanyard dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kalau setiap elemen menggunakan gaya visual yang berbeda, booth bisa terlihat kurang konsisten. Sebaliknya, ketika warna, logo, tipografi, dan elemen grafis memiliki hubungan yang jelas, lanyard dapat menjadi bagian kecil yang memperkuat keseluruhan identitas booth.

Misalnya sebuah perusahaan menggunakan backdrop berwarna biru tua dengan logo putih dan pattern geometris. Lanyard tidak harus menyalin seluruh desain backdrop. Cukup mengambil warna utama, menggunakan logo yang tepat, kemudian menerapkan pattern sederhana agar tetap terbaca pada bidang sempit.

Hal ini juga berkaitan dengan pengalaman pengunjung. Lanyard memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan interaksi di booth, tetapi identitas crew yang mudah dikenali dapat membantu pengunjung mengetahui siapa yang dapat mereka hubungi.

Untuk pembahasan lebih luas mengenai hubungan antara identitas, pelayanan, display, dan interaksi di area pameran, Anda dapat membaca pengalaman pengunjung pada booth pameran.

Contoh Desain Lanyard Pameran Minimalis

Desain minimalis cocok untuk perusahaan yang ingin mempertahankan kesan profesional tanpa membuat lanyard terlihat terlalu ramai.

Konsepnya cukup sederhana. Gunakan satu warna utama sebagai background, kemudian tempatkan logo secara berulang dengan jarak yang konsisten. Nama perusahaan atau tagline pendek dapat ditambahkan jika memang masih terbaca dengan baik.

Elemen Konsep
Background Warna utama brand
Logo Diulang secara horizontal
Tipografi Sans serif sederhana
Pattern Minimal atau tanpa pattern
ID card Nama, jabatan, dan foto
Hook Menyesuaikan holder

Keuntungan desain seperti ini adalah fleksibilitas. Lanyard masih bisa digunakan pada exhibition berikutnya tanpa terlihat terlalu terikat dengan satu tema acara.

Jika perusahaan mengikuti beberapa pameran dalam satu tahun, pendekatan seperti ini dapat mengurangi kebutuhan membuat artwork baru setiap kali mengikuti event.

Contoh Desain Lanyard Pameran dengan Logo Berulang

Logo berulang merupakan salah satu konsep yang cukup praktis untuk lanyard karena tali akan terus bergerak ketika dikenakan.

Satu logo besar yang hanya muncul sekali dapat tertutup ketika tali berputar. Sebaliknya, logo yang diulang dengan jarak tertentu memiliki kemungkinan lebih besar tetap terlihat dari berbagai posisi.

Namun, pengulangan bukan berarti logo harus dibuat sangat besar. Logo yang terlalu besar dapat membuat desain terasa berat. Jarak pengulangan yang terlalu rapat juga dapat membuat tali terlihat penuh.

Prinsip yang lebih aman adalah:

logo jelas β†’ ruang cukup β†’ pengulangan konsisten β†’ tidak terlalu banyak informasi.

Untuk pembahasan teknis mengenai ukuran, jarak pengulangan, arah logo, dan keterbacaan, Anda bisa membaca artikel Tips Menempatkan Logo agar Tetap Terbaca pada Lanyard.

Contoh Desain Lanyard Pameran dengan Warna Brand Dominan

Jika perusahaan sudah memiliki corporate identity yang kuat, warna brand dapat menjadi elemen utama lanyard.

Misalnya perusahaan teknologi menggunakan warna biru, perusahaan makanan menggunakan warna khas kemasan, perusahaan otomotif menggunakan warna corporate, institusi pendidikan menggunakan warna identitas kampus, atau brand fashion menggunakan kombinasi warna yang menjadi ciri khasnya.

Namun, warna brand tidak harus selalu memenuhi seluruh permukaan tali.

Jika logo memiliki warna yang sama dengan background, keterbacaannya justru dapat menurun. Dalam kondisi seperti ini, warna sekunder atau warna netral bisa digunakan sebagai background.

Pemilihan warna sebaiknya mempertimbangkan logo, seragam, ID card, backdrop, dan pencahayaan venue.

Pembahasan lebih mendalam mengenai hubungan warna, logo, kontras, dan identitas brand bisa diarahkan ke artikel Cara Menentukan Warna Lanyard Sesuai Branding.

Contoh Desain Lanyard Pameran dengan Pattern

Pattern dapat membuat lanyard terlihat lebih hidup tanpa harus memasukkan banyak teks.

Untuk exhibition, pattern bisa mengambil elemen dari:

  • bentuk logo;
  • garis geometris;
  • ikon produk;
  • bentuk kemasan;
  • elemen arsitektur booth;
  • ilustrasi produk;
  • motif khas brand.

Pattern sebaiknya tetap memiliki hubungan dengan identitas perusahaan.

Jangan membuat pattern hanya supaya tali terlihat ramai. Jika pattern terlalu kompleks, logo dan nama brand justru bisa kehilangan fokus.

Salah satu pendekatan yang cukup aman adalah membuat pattern sebagai background visual, sementara logo tetap menjadi elemen utama.

Contoh Desain Lanyard Pameran Corporate

Perusahaan B2B atau perusahaan yang mengikuti business exhibition biasanya membutuhkan desain yang lebih formal.

Desain corporate tidak berarti harus polos. Elemen grafis tetap dapat digunakan selama memiliki hubungan dengan brand.

Contoh konsep:

  • Background: warna corporate
  • Logo: putih atau versi kontras
  • Pattern: garis geometris tipis
  • Tagline: pendek
  • ID card: nama + jabatan + perusahaan
  • Holder: transparan atau warna netral

Konsep ini cocok untuk exhibition industri, teknologi, manufaktur, properti, pendidikan, layanan profesional, maupun perusahaan B2B.

Untuk desain corporate, jangan memasukkan seluruh informasi perusahaan ke tali. Website, alamat, nomor telepon, media sosial, dan informasi panjang lebih baik ditempatkan pada media lain atau QR code di ID card.

Contoh Desain Lanyard Exhibition untuk Startup

Startup biasanya memiliki ruang lebih luas untuk bermain dengan visual.

Pattern, gradasi, ilustrasi, atau kombinasi warna dapat digunakan untuk membuat lanyard lebih modern.

Tetapi prinsip dasarnya tetap sama: brand harus tetap mudah dikenali.

Contohnya:

Logo β†’ pattern β†’ warna utama β†’ pattern β†’ logo β†’ pattern

Daripada:

Logo β†’ alamat β†’ website β†’ Instagram β†’ slogan panjang β†’ nomor telepon β†’ logo.

Bidang lanyard terlalu sempit untuk menampung semua informasi tersebut secara nyaman.

Jika informasi lengkap dibutuhkan, pindahkan ke ID card atau QR code.

Contoh Desain Lanyard untuk Booth UMKM dan Brand Lokal

Brand yang mengikuti bazaar atau exhibition skala kecil tidak selalu membutuhkan desain corporate yang sangat formal.

Lanyard bisa menggunakan warna yang lebih berani, pattern produk, ilustrasi, atau elemen khas kemasan.

Misalnya brand makanan dapat menggunakan pattern bahan atau produk. Brand fashion dapat menggunakan motif yang mengikuti koleksi. Brand kerajinan dapat memakai ilustrasi yang menggambarkan karakter produknya.

Untuk referensi yang lebih luas mengenai desain berdasarkan penggunaan UMKM, termasuk booth pameran, Anda dapat membaca Contoh Desain Lanyard UMKM di Pusat Produsen.

Perbedaannya, artikel ini lebih spesifik membahas arah visual desain untuk exhibition, sementara artikel UMKM membahas lebih banyak use case bisnis.

Contoh Desain Lanyard Pameran Premium

Desain premium biasanya tidak harus menggunakan banyak ornamen.

Justru kombinasi sederhana dapat terlihat lebih eksklusif:

  • warna gelap;
  • logo dengan jarak lega;
  • pattern sangat tipis;
  • tipografi bersih;
  • finishing yang konsisten;
  • ID card dengan layout minimal.

Hitam, navy, abu-abu, putih, atau warna corporate yang lebih dalam dapat menjadi dasar, tetapi keputusan tetap harus mengikuti karakter brand.

Jangan menganggap warna gelap otomatis membuat lanyard terlihat premium. Kualitas desain, proporsi logo, material, printing, dan finishing tetap berpengaruh.

Contoh Desain Lanyard dengan Identitas CREW

Untuk pameran yang memiliki banyak kategori pengguna, label seperti CREW, STAFF, EXHIBITOR, MEDIA, atau VIP dapat membantu identifikasi.

Namun, sebaiknya label kategori utama berada pada ID card atau badge, bukan hanya dicetak kecil pada tali.

Lanyard dapat berfungsi sebagai pendukung identitas, sedangkan badge menjadi sumber informasi yang lebih lengkap.

Misalnya:

Lanyard: logo perusahaan + warna brand

ID Card:
NAMA
SALES & MARKETING
NAMA PERUSAHAAN
NO. BOOTH

Dengan pembagian ini, satu desain lanyard dapat digunakan oleh beberapa anggota tim tanpa perlu membuat tali yang berbeda untuk setiap jabatan.

Contoh Desain Lanyard dengan Logo Sponsor

Sponsor sering menjadi bagian penting dalam exhibition.

Namun, memasukkan terlalu banyak logo sponsor ke lanyard dapat membuat semuanya sulit dibaca.

Karena bidang lanyard sempit, buatlah hierarki.

Misalnya:

Logo event / penyelenggara
↓
Sponsor utama
↓
Sponsor pendukung

Tidak semua logo harus memiliki ukuran yang sama.

Jika sponsor membutuhkan eksposur lebih besar, gunakan media yang memang mempunyai area visual lebih luas seperti backdrop, booth, media wall, banner, katalog, atau materi digital.

Lanyard cukup menjadi salah satu titik branding tambahan.

Contoh Desain Lanyard Reusable untuk Exhibition

Perusahaan yang rutin mengikuti pameran sebaiknya mempertimbangkan desain reusable.

Alih-alih mencetak:

EXPO ABC 2026

pada tali, perusahaan dapat menggunakan:

LOGO PERUSAHAAN + BRAND PATTERN

Dengan begitu, tali yang sama dapat digunakan untuk:

  • exhibition;
  • expo;
  • konferensi;
  • seminar;
  • gathering;
  • workshop;
  • business meeting.

Konsep reusable sangat berguna ketika perusahaan mengikuti banyak event dalam satu tahun.

Informasi yang berubah cukup ditempatkan pada badge:

  • nama event;
  • nama pengguna;
  • kategori;
  • nomor booth;
  • QR code.

Sedangkan tali mempertahankan identitas perusahaan.

Pilih Lebar Lanyard Berdasarkan Desain

Lebar tali ikut menentukan seberapa banyak ruang yang tersedia untuk desain.

Lanyard 1,5 cm dapat cocok untuk desain yang ringkas. Lanyard 2 cm memberi ruang lebih fleksibel untuk logo dan pattern, sedangkan 2,5 cm dapat dipertimbangkan ketika desain membutuhkan bidang visual yang lebih luas.

Namun, jangan memilih lebar hanya berdasarkan anggapan bahwa tali lebih lebar pasti lebih bagus.

Yang harus dipertimbangkan adalah:

  • ukuran logo;
  • panjang nama perusahaan;
  • pattern;
  • jumlah informasi;
  • ukuran ID card;
  • berat holder;
  • kenyamanan;
  • jenis bahan;
  • aksesori.

Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai hubungan lebar tali, area desain, bahan, holder, dan beban, gunakan artikel Cara Menentukan Lebar Lanyard Berdasarkan Kebutuhan.

Konsep Lebar yang Dapat Dipertimbangkan
Logo minimalis 1,5 cm
Logo + nama brand 1,5–2 cm
Pattern full color 2 cm
Logo + pattern kompleks 2–2,5 cm
Branding sangat dominan 2–2,5 cm

Angka tersebut bukan aturan produksi. Template aktual dan hasil sampel tetap menjadi acuan sebelum produksi massal.

Memilih Bahan dan Teknik Printing

Desain yang sudah bagus tetap perlu diterjemahkan ke material yang sesuai.

Jika desain menggunakan gradasi, banyak warna, ilustrasi, foto, atau pattern kompleks, teknik full color seperti sublimasi dapat menjadi salah satu opsi yang dibicarakan dengan produsen.

Sebaliknya, desain sederhana tidak selalu membutuhkan spesifikasi produksi yang kompleks.

Yang paling penting adalah meminta produsen menjelaskan:

  1. material yang digunakan;
  2. lebar aktual;
  3. teknik printing;
  4. area cetak;
  5. pilihan hook;
  6. pilihan stopper atau buckle;
  7. metode finishing;
  8. contoh hasil produksi.

Sebagai referensi eksternal mengenai spesifikasi produk, Cetak Tali Lanyard Custom LanyardKilat mencantumkan pilihan lebar 1,5 cm, 2 cm, dan 2,5 cm, printing sublimasi, serta pilihan aksesori seperti hook dan stopper.

Desain Lanyard Harus Diuji pada Ukuran Sebenarnya

Salah satu kesalahan terbesar adalah menilai desain hanya dari layar komputer.

Di layar, tali bisa diperbesar hingga memenuhi monitor. Ketika sudah dicetak, dimensinya mungkin hanya 15 atau 20 mm.

Akibatnya:

  • font menjadi terlalu kecil;
  • logo kehilangan detail;
  • pattern terlihat terlalu padat;
  • garis menjadi tidak jelas;
  • warna terlihat berbeda;
  • informasi sulit dibaca.

Karena itu, desain perlu diuji pada ukuran sebenarnya sebelum disetujui.

Artikel Kesalahan Saat Mendesain Lanyard Custom membahas masalah seperti bidang cetak sempit, tali melengkung, area jahitan, aksesori, lebar tali, kontras warna, dan workflow warna.

Jangan Menempatkan Logo di Area yang Berpotensi Tertutup

Logo perlu mempertimbangkan bagaimana lanyard dikenakan.

Tali akan:

  • melengkung di leher;
  • berputar;
  • tertutup sebagian oleh pakaian;
  • berada dekat rambut;
  • berdekatan dengan holder;
  • melewati area jahitan.

Karena itu, desain repetitif sering lebih aman daripada satu logo besar.

Selain itu, sisakan jarak yang cukup dari area jahitan dan aksesori.

Desain yang sempurna di artboard belum tentu terlihat sempurna ketika sudah menjadi produk fisik.

Contoh Komposisi Desain Lanyard Pameran

Formula 1 β€” Corporate Minimal

LOGO β€” NAMA BRAND β€” LOGO β€” NAMA BRAND

Cocok untuk perusahaan yang menginginkan tampilan profesional dan reusable.

Formula 2 β€” Brand Pattern

LOGO β€” PATTERN β€” LOGO β€” PATTERN

Cocok untuk brand yang memiliki elemen visual kuat.

Formula 3 β€” Exhibition

LOGO PERUSAHAAN β€” EXHIBITOR β€” PATTERN β€” LOGO

Cocok untuk perusahaan peserta expo.

Formula 4 β€” Crew Booth

LOGO β€” CREW β€” LOGO β€” CREW

Cocok jika label crew memang diperlukan sebagai bagian dari identitas.

Formula 5 β€” Premium

LOGO KECIL β€” RUANG β€” LOGO KECIL β€” RUANG

Ruang kosong justru menjadi bagian dari desain.

Bagaimana Menentukan Informasi yang Dicetak?

Tidak semua informasi perlu dimasukkan ke lanyard.

Gunakan prinsip berikut:

Lanyard untuk Informasi Permanen

  • logo;
  • nama brand;
  • warna;
  • pattern;
  • tagline pendek.

ID Card untuk Informasi Dinamis

  • nama;
  • jabatan;
  • perusahaan;
  • kategori;
  • nomor booth;
  • QR code;
  • tanggal;
  • nama event.

Booth untuk Informasi Promosi

  • harga;
  • produk;
  • promo;
  • alamat;
  • CTA;
  • katalog.

Pembagian ini membuat masing-masing media bekerja sesuai fungsinya.

Artikel Identitas Peserta Event juga relevan untuk memahami bagaimana ID card, badge, lanyard, dan media identitas dapat digunakan sebagai satu sistem.

Kesalahan Desain Lanyard Pameran yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa kesalahan yang sering terjadi justru berasal dari keinginan memasukkan terlalu banyak hal.

Terlalu Banyak Logo

Semua sponsor ingin ditampilkan dengan ukuran besar sehingga tali menjadi penuh.

Font Terlalu Kecil

Tulisan terlihat jelas di monitor tetapi tidak terbaca pada tali.

Warna Tidak Kontras

Logo dan background memiliki tingkat terang atau warna yang terlalu berdekatan.

Mengikuti Desain Booth Secara Mentah

Tidak semua elemen backdrop cocok dipindahkan ke bidang lanyard yang sempit.

Terlalu Banyak Informasi

Alamat, website, Instagram, nomor telepon, tagline, dan slogan dimasukkan sekaligus.

Tidak Memikirkan Repeat Order

Desain mencantumkan tanggal atau nama exhibition secara permanen padahal perusahaan akan mengikuti event lain.

Tidak Membuat Sampel

Produksi langsung dalam jumlah besar tanpa melihat hasil fisik meningkatkan risiko kesalahan.

Checklist Sebelum Desain Lanyard Pameran Diproduksi

  • Logo sudah menggunakan file final.
  • Warna sesuai identitas brand.
  • Kontras logo dan background cukup.
  • Ukuran font masih terbaca.
  • Pattern tidak terlalu padat.
  • Lebar tali sudah ditentukan.
  • Area jahitan tidak mengganggu desain.
  • Posisi hook dan holder sudah diperhitungkan.
  • Informasi permanen sudah dipisahkan dari informasi event.
  • Nomor booth tidak perlu dicetak permanen jika sering berubah.
  • Sponsor sudah memiliki hierarki.
  • Mockup sudah diperiksa pada ukuran aktual.
  • Sampel dipertimbangkan untuk pesanan besar.
  • File final sudah disimpan untuk repeat order.

Contoh Brief Desain Lanyard Pameran

Agar produsen tidak perlu menebak kebutuhan, brief dapat dibuat seperti berikut:

Nama perusahaan PT Contoh Indonesia
Kebutuhan Exhibition
Pengguna Sales, marketing, product specialist
Jumlah 100 pcs
Lebar 2 cm
Material Polyester
Printing Full color
Konsep Corporate minimal
Warna Navy + putih
Pattern Geometris sederhana
Teks lanyard Logo + nama perusahaan
ID card Nama + jabatan + nomor booth
Hook Standar
Holder PVC transparan
Penggunaan Exhibition selama 3 hari
Reuse Ya, untuk exhibition berikutnya

Brief seperti ini jauh lebih mudah diproses daripada hanya mengirim logo dan meminta vendor membuat β€œdesain yang keren”.

Desain Lanyard Pameran yang Bagus Tidak Harus Rumit

Pada akhirnya, desain lanyard exhibition bukan kompetisi untuk memasukkan sebanyak mungkin elemen visual.

Lanyard hanya memiliki bidang sempit. Ia juga terus bergerak ketika digunakan.

Karena itu, desain yang efektif biasanya memiliki satu pesan visual utama.

Brand harus mudah dikenali.

Setelah itu baru pikirkan warna, pattern, tipografi, kategori pengguna, aksesori, holder, hubungan dengan booth, dan kemungkinan digunakan kembali.

Kalau perusahaan rutin mengikuti exhibition, desain reusable dengan identitas brand yang kuat sering lebih fleksibel daripada mencetak nama acara secara permanen.

Sebaliknya, jika lanyard memang dibuat sebagai merchandise atau edisi khusus satu event, desain dapat dibuat lebih tematik.

Yang terpenting adalah memastikan desain yang dibuat di komputer tetap masuk akal ketika benar-benar berubah menjadi tali selebar belasan milimeter dan dipakai oleh manusia selama acara.

FAQ Desain Lanyard Pameran

1. Apa saja contoh desain lanyard pameran?

Beberapa konsep yang dapat digunakan antara lain desain corporate minimalis, logo berulang, pattern brand, warna corporate dominan, desain premium, desain khusus crew booth, desain exhibitor, dan desain reusable untuk berbagai exhibition.

2. Apa yang sebaiknya dicetak pada lanyard pameran?

Biasanya logo, nama brand, warna identitas, pattern, atau tagline pendek. Informasi seperti nama orang, jabatan, nomor booth, QR code, dan kategori pengguna lebih fleksibel jika ditempatkan pada ID card.

3. Apakah lanyard pameran harus mengikuti desain booth?

Tidak harus menyalin seluruh desain booth, tetapi sebaiknya memiliki hubungan visual. Warna, logo, pattern, atau tipografi dapat dibuat konsisten agar booth dan crew terlihat sebagai satu identitas.

4. Berapa lebar lanyard yang cocok untuk exhibition?

Tergantung desain dan kebutuhan. Lebar 1,5 cm dapat digunakan untuk konsep minimalis, sedangkan 2 cm atau 2,5 cm memberi ruang visual lebih luas. Ukuran akhir sebaiknya ditentukan setelah mempertimbangkan logo, pattern, holder, dan kenyamanan.

5. Apakah logo sponsor perlu dimasukkan ke lanyard?

Bisa jika memang menjadi bagian dari kesepakatan branding, tetapi jangan memaksakan semua logo memiliki ukuran besar. Buat hierarki berdasarkan level sponsor dan pertimbangkan media lain yang memiliki area branding lebih luas.

6. Apakah lanyard exhibition bisa digunakan kembali?

Bisa, terutama jika desain tali dibuat evergreen. Informasi yang berubah seperti nama event, tahun, nomor booth, dan kategori pengguna dapat ditempatkan pada ID card.

7. Apakah perlu membuat sampel sebelum produksi?

Untuk pesanan besar atau desain yang cukup kompleks, sampel sangat membantu. Sampel dapat digunakan untuk mengecek warna, material, posisi logo, ukuran tulisan, hook, holder, dan hasil cetak sebelum produksi massal.

8. Bagaimana agar desain lanyard tidak terlihat terlalu ramai?

Prioritaskan satu atau dua elemen utama. Gunakan logo, warna brand, dan pattern secara terkontrol. Jangan memasukkan seluruh informasi perusahaan ke tali. Informasi detail sebaiknya dipindahkan ke ID card, booth, signage, atau media digital.

Lanyard pameran adalah bagian kecil dari exhibition, tetapi posisinya sangat terlihat karena dikenakan langsung oleh orang yang berinteraksi dengan pengunjung.

Karena itu, desainnya sebaiknya tidak dibuat terpisah dari identitas brand.

Mulailah dari karakter perusahaan, konsep booth, siapa yang menggunakan lanyard, informasi yang perlu terlihat, dan apakah tali akan digunakan sekali atau berulang kali. Setelah itu tentukan warna, logo, pattern, tipografi, lebar tali, bahan, teknik printing, dan aksesori.

Dengan pendekatan tersebut, desain lanyard pameran bukan hanya terlihat menarik pada mockup, tetapi juga berfungsi sebagai bagian dari identitas visual tim ketika benar-benar berada di area exhibition.

Share:
Rama Angriawan

Ditulis oleh

Rama Angriawan

Tim redaksi Lanyardbagus yang berkomitmen membagikan wawasan terbaik seputar desain identitas perusahaan, material lanyard premium, dan tips branding profesional.

Mulai Sekarang

Siap Mengangkat
Identitas Tim Anda?

Konsultasikan desain, bahan, dan kebutuhan lanyard Anda bersama tim kami. Kami siap mewujudkannya dengan kualitas terbaik.